Berita

JADI KHATIB JUM’AT HERI KOSWARA INGATKAN EMPAT PERSIAPAN SAMBUT RAMADHAN

Tuturan.com – Jum’at 25/03/2022 adalah Jum’at terakhir di penghujung bulan Syaban sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. H. Heri Koswara, MA. Aleg DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS tersebut memenuhi undangan DKM Masjid Jami Bustanul Ibad Kelurahan Harapan Baru untuk menjadi Khatib sekaligus Imam Sholat Jum’at. Di Masjid yang sering mengadakan tabligh Akbar bersama para Habaib tersebut Bang HK (panggilan akrab Heri Koswara) menyampaikan Khutbah yang berisi tentang Persiapan Menyambut Ramadhan.

Pada awal khutbah setelah menyampaikan pesan iman dan taqwa, Heri menjelaskan bahwa dalam menyambut datangnya Bulan Ramadhan ini manusia terbagi menjadi 2 kelompok. Heri lalu menyampaikan isi kitab Durusul Ramadhan karya Abdul Qadir Lughah, 2 kelompok manusia tersebut yaitu yang bergembira menyambut bulan suci Ramadhan. Kelompok ini tahu betul tentang hakikat Bulan Ramadhan sehingga mereka akan berlomba-lomba dan berusaha untuk mengoptimalisasikan dengan kegiatan-kegiatan ibadah.

Lalu kelompok yang kedua yaitu mereka yang bersedih dengan datangnya Bulan suci Ramadhan. Menurutnya hal tersebut karena kelompok tersebut adalah ahlul maksiat dan senang akan urusan dunia saja. Maka dengan datangnya bulan romadhon, mereka merasa dibatasi dan tidak diperbolehkan melakukan kebiasaannya tersebut.

Lanjutnya, Heri berharap jika jamaah sholat Jum’at yang hadir masuk kepada kelompok pertama yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Lantas Heri Koswara yang juga Ketua Lembaga Seni Qosidah Kota Bekasi (LASQI) ini menjelaskan tentang beberapa persiapan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Dia menganalogikan jika Ramadhan adalah tamu agung yang jika akan datang harus disambut dengan persiapan luar biasa dan tentu tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Persiapan yang pertama yaitu jasadiyah harus disiapkan. Jasadiyah adalah persiapan fisik karena ramadhan merupakan salah satu ibadah fisik dan kita tidak bisa melaksanakannya jika sedang sakit. Maka menurutnya kita harus benar-benar sehat dan bugar dengan memperhatikan pola makan, minum, olahraga dan istirahat yang baik.

Persiapan yang kedua yaitu ar ruhiyah, spiritual kita juga harus sehat, hubungan kita dengan Allah juga harus dekat. Kalau fisik sehat bugar tapi kita malas beribadah maka itu pertanda ruhiyah kita sakit. Maka dari itu Heri berpesan untuk menjaga spiritual kita tetap sehat, harus sering berdzikir, istighfar dan qiyamul lail.

Persiapan ketiga yang harus dilakukan yaitu amaliyah atau persiapan finansial. Menurutnya karena Bulan Ramadhan adalah Syahrul Infaq dan Sodaqoh dimana umat Islam harus berlomba-lomba memberi sedekah dan infaq terbaiknya selain melakukan ibadah-ibadah lainnya. Dalam sebuah sabda Rasulullah SAW, Heri menyampaikan bahwa Rasul adalah orang yang paling dermawan, terlebih lagi di bulan Ramadhan.

Persiapan terakhir yang keempat adalah al-ilmiah yaitu persiapan ilmu tentang puasa dan Ramadhan. Karena landasan amal kita adalah ilmu pengetahuan seperti misalnya mempelajari hal-hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa. Heri mencontohkan hal-hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa seperti ghibah, berdusta dan mengambil hak orang lain. Untuk itu maka ilmu-ilmu kita harus terus di update dengan sering-sering bertanya pada ustadz dan guru.

Dengan empat persiapan tersebut, Heri berharap Ramadhan tahun ini akan lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. “Dengan kita lakukan persiapan-persiapan tersebut adalah juga sebagai bentuk rasa syukur kita atas disampaikannya umur kita untuk bisa kembali bertemu bulan suci Ramadhan.”, pungkas Heri mengakhiri khutbahnya. (str)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button