Berita

Daradjat Kardono Minta Stakeholder di Kota Bekasi Tanggap dan Siaga Terkait Penyakit Gagal Ginjal Akut

Tuturan.com – BEKASI – Ramainya pemberitaan terkait Gagal Ginjal Akut (GGA) dan mengakibatkan angka kematian hampir 50 persen membuat sosok ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono ikut memberikan tanggapan dan perhatiannya.

Aleg PKS Dapil Jatiasih dan Jatisampurna ini turut perihatin dengan terus meningkatnya kasus GGA di bulan Oktober 2022 ini.

“Terkait dengan maraknya kasus gagal ginjal akut yang saat ini sedang terjadi di negeri kita, tentunya hal ini menjadi keprihatinan yang sangat mendalam, karena sebagaimana kita ketahui, mayoritas korban penyakit misterius ini adalah dari kalangan berusia anak-anak,” ucap Daradjat.

Meski masih dikatakan misterius penyebab dari GGA, Daradjat memberikan apresiasi kepada Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, BPOM, dan sebagainya yang dengan sigap secara seksama telah melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini.

Khusus Kota Bekasi Daradjat menyambut positif adanya Surat Edaran yang dikeluarkan dari pihak Pemkot Kota Bekasi No.440/6727/Dinkes Set tertanggal 21 Oktober 2022.

“Dengan diterbitkannya Surat Edaran yang dikeluarkan dari pihak Pemkot Kota Bekasi No.440/6727/Dinkes Set tertanggal 21 Oktober 2022 ini. Maka langkah langkah rencana tindakan maupun program preventif yang sudah disebutkan di dalamnya perlu dipastikan berjalan sebagaimana diharapkan,”tukasnya.

Dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan kata dia dan juga termasuk pihak inspektorat agar melakukan proses surveilance dan tidak tertutup kemungkinan melalui proses random sampling melakukan inspeksi ke puskesmas, rumah sakit maupun apotek dan toko obat.

“Hal ini agar mereka mematuhi Surat Edaran tersebut untuk memastikan efektifitas proses mitigasi yang diperlukan,”jelasnya.

Pada kesempatan ini pun Daradjat yang mendapatkan informasi bahwa Kota Bekasi masih aman dan belum ada kasus GGA, namun demikian dirinya tetap meminta kesiapsiagaan semua pihak.

“Meskipun saat ini di kota Bekasi belum dijumpai kasus tersebut, maka kewaspadaan harus tetap diambil,”bebernya.

 

Selain itu dirinya meminta perlu adanya edukasi kepada masyarakat termasuk dukungan tindakan preventif lainnya dalam pencegahan serta antisipasi GGa.

 

“Semua arahan dan koordinasi yang diperlukan dengan pihak pihak lainnya yang relevan di tingkat nasional seperti: Kemenkes, BPOM dan sebagainya harus dipastikan berjalan dengan baik untuk mendukung efektifitas penanganan kasus ini secara nasional,”pungkasnya. (ADV PARLEMENTARIA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button