Berita

Daradjad Kardono Ucapkan Belasungkawa Terkait Musibah di Kota Baru Serta Berikan Review Agar Tak Terulang Kejadian Serupa.

BEKASI – Kota Bekasi kembali berduka paska kejadian musibah kecelakaan pada rabu (31/8) kemarin. Mensikapi kasus kecelakaan yang terjadi di dekat SD II & III Kota Baru dan menimbulkan korban 10 orang wafat dan 23 orang luka-luka, ketua komisi 4 Daradjat Kardono menyatakan keprihatinannya yang mendalam, karena diantara para korban tersebut terdapat beberapa murid sekolah yang sedang terlibat dalam kegiatan proses belajar di sekolah SDN II & III Kota Baru Bekasi Barat.

“Yang pertama, saya sampaikan dukacita yang mendalam orangtua dan kerabat para korban yang wafat akibat kecelakaan tersebut,”ucap politisi berkacamata ini.

Selanjutnya, kata Daradjat perlu diambil sebuah pembelajaran atas kejadian ini, sehingga bisa dilakukan perbaikan dan kasus serupa yang memprihatinkan tersebut tidak akan terjadi lagi di sekolah-sekolah lainnya di Kota Bekasi. 

Sebagai bahan review, tambah dia patut disayangkan lokasi sekolah saat ini berada persis di pinggir jalan raya utama Pulogadung Jakarta dan Kota Bekasi. Lokasi tersebut kata dia merupakan daerah dengan kepadatan lalulintas dengan intensitas terjadi secara masif setiap hari.

“Apalagi banyak sekali lalulang kendaraan kendaraan besar seperti truk dan kontainer yang lewat,”bebernya.

Dengan dinamika pembangunan di Kota Bekasi yang berkembang pesat saat ini, tambah dia lokasi sekolah yang berjarak kurang dari 10 meter dari tepi jalan raya tersebut. Sehingga tentu saja (jarak ini) sangat membahayakan khususnya di saat terjadi keramaian saat jam-jam masuk maupun bubar pulang sekolah.

“Kemudian juga aspek kebisingan yang terjadi sehingga bisa mengganggu konsentrasi belajar para siswanya,”tukasnya.

Musibah ini, Daradjat berharap menjadi pembelajaran penting saat perencanaan pembangunan sarana pendidikan di masa datang.

“Harus dilakukan analisa resiko yang mendalam dan termasuk mempertimbangkan potensi risiko maupun aspek K3 (keselamatan dan kesehatan kerja),”paparnya.

Yang menjadi catatan Daradjat selanjutnya yaitu di area tersebut juga tidak dijumpai jembatan penyeberangan sebagai sarana yang aman bagi anak anak sekolah saat menyeberangi jalan raya tersebut.

Sebagai tindakan pencegahan untuk memitigasi situasi tersebut, Daradjat memiliki beberapa opsi sebagai berikut.

“Untuk jangka panjang atau menengah, maka relokasi sekolahan tersebut ke area yang lebih aman adalah pilihan tepat yang paling solusif dan ideal,”ulasnya.

Sementara untuk solusi jangka pendek, lanjut dia yang mungkin dilakukan adalah memindahkan posisi pintu masuk utama sekolah pada sisi lain yang lebih aman dan jauh dari keramaian jalan raya.

Selain itu, ia pun meminta pihak sekolah agar menata pedagang asongan agar tidak berjualan di depan sekolah.

“serta bila memungkinkan membangun jembatan penyeberangan yang bisa melindungi pejalan kaki, khususnya anak anak sekolah saat pergi dan pulang sekolah yang harus menyeberang jalan raya tersebut,”tandasnya.

Dengan perkembangan dinamika pembangunan yang berkembang pesat saat ini, Daradjat berkesimpulan bahwa review terhadap situasi bangunan dan prasarana umum saat ini menjadi hal yang harus dilakukan sehingga penyesuaian bisa dilakukan. (muh)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button